PMI Kerahkan 6.905 Relawan, Dirikan 456 Pos Siaga di Jalur Pemudik
JAKARTA, UPOS – Menjelang arus mudik Idulfitri, ribuan relawan bersiap di sepanjang jalur perjalanan. Di terminal, stasiun, hingga jalan lintas antarprovinsi, pos-pos kemanusiaan mulai berdiri, menunggu pemudik yang membutuhkan bantuan medis atau sekadar tempat beristirahat sejenak.
Tahun ini, Palang Merah Indonesia mengerahkan ribuan personel, untuk memastikan perjalanan pulang kampung berlangsung lebih aman.

Sebanyak 6.905 personel PMI, disiagakan di 456 Pos Siaga Lebaran, yang tersebar di 24 provinsi di seluruh Indonesia. Pos-pos tersebut mulai beroperasi sejak H-7 hingga H+7 Lebaran, mengikuti puncak arus mudik dan arus balik yang biasanya memadati jalur transportasi nasional.
Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla mengatakan, kehadiran pos siaga ini bertujuan memastikan pemudik tidak menghadapi perjalanan panjang sendirian, terutama jika terjadi kondisi darurat di jalan.

“PMI ingin memastikan para pemudik tidak sendirian di perjalanan. Jika terjadi keadaan darurat, relawan PMI siap memberikan pertolongan pertama, layanan ambulans, hingga rujukan medis di Pos Siaga Lebaran yang kami dirikan di berbagai jalur mudik,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Pos siaga tersebut, ditempatkan di sejumlah titik strategis yang menjadi jalur utama pergerakan masyarakat.
Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial PMI Pusat, Fachmi Idris menjelaskan, lokasi pos meliputi jalur Pantura, Trans Jawa, terminal bus, stasiun kereta api, pelabuhan penyeberangan, bandara, hingga kawasan wisata dan titik rawan kecelakaan maupun kemacetan.
Di pos-pos tersebut, relawan PMI menyediakan berbagai layanan kemanusiaan bagi pemudik. Mulai dari pertolongan pertama bagi korban kecelakaan lalu lintas, pemeriksaan kesehatan dasar seperti pengecekan tekanan darah dan kondisi umum, hingga layanan ambulans untuk evakuasi medis menuju fasilitas kesehatan terdekat.
PMI juga membagikan air minum, bagi para pemudik yang menempuh perjalanan jauh.
Untuk menunjang operasional, PMI menyiapkan 377 armada ambulans dan mobil jenazah yang siap bergerak jika terjadi keadaan darurat di jalur mudik.
Operasi kemanusiaan ini melibatkan kerja sama dengan berbagai lembaga, termasuk dinas kesehatan, rumah sakit, TNI dan Polri, dinas perhubungan, BPBD, hingga sejumlah operator transportasi dan organisasi relawan.
PMI juga mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik untuk menjaga kondisi fisik selama perjalanan, beristirahat secara berkala, dan tidak memaksakan diri jika tubuh mulai lelah. Pos Siaga Lebaran yang tersebar di jalur mudik dapat dimanfaatkan pemudik jika membutuhkan bantuan medis maupun layanan kemanusiaan lainnya.
Di tengah hiruk-pikuk perjalanan pulang kampung yang selalu menjadi tradisi tahunan, pos-pos siaga itu menjadi pengingat sederhana, di balik padatnya jalan dan panjangnya perjalanan, selalu ada relawan yang bersiaga menjaga keselamatan sesama. (*/Arman)


Tinggalkan Balasan