Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

Ujungpandang Pos

Peka, Berani & Jujur

Jusuf Kalla Imbau Remaja Masjid Jaga Lingkungan dan Jadi Penggerak Ekonomi

|

Foto : Istimewa

TANGERANG SELATAN, UPOS – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla, mendorong masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan lingkungan dan ekonomi masyarakat.

Hal itu disampaikannya, saat membuka Silaturahmi Nasional (Silatnas) Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) DMI, di Gedung Pusdiklat Kementerian Agama, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (5/2/2026).

Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menekankan pentingnya peran remaja masjid dalam memakmurkan masjid sekaligus dimakmurkan oleh masjid, salah satunya melalui program-program berbasis lingkungan hidup yang berkelanjutan.

“Masjid jangan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Salah satunya dengan menjaga lingkungan dan mendorong kegiatan produktif,” kata Jusuf Kalla.

Ia mencontohkan, pemanfaatan air bekas wudhu untuk menyiram tanaman serta pengembangan kebun masjid dengan menanam bibit pohon buah, seperti mangga, jambu dan tanaman lainnya yang dapat menghasilkan nilai ekonomi.

Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

“Jangan sia-siakan air wudhu. Alirkan untuk kebun di sekitar masjid. Tanam pohon, rawat bersama, dan hasilnya bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Jusuf Kalla juga mengaitkan isu lingkungan dengan persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah daerah. Ia menilai, kerusakan lingkungan, seperti penebangan hutan dan buruknya pengelolaan sampah, menjadi penyebab utama bencana tersebut.

Karena itu, DMI mendorong masjid aktif dalam program penghijauan dan kebersihan lingkungan.

“Banjir itu akibat lingkungan rusak. Masjid harus ikut memperbaiki lingkungan, bukan hanya dengan ceramah, tapi dengan kerja nyata,” tegasnya.

Selain isu lingkungan, Jusuf Kalla menyoroti pentingnya penguatan ekonomi ummat. Ia menilai, masjid dapat menjadi motor penggerak ekonomi dengan membekali masyarakat keterampilan usaha, bukan sekadar memberikan bantuan konsumtif.

“Jangan hanya memberi sedekah, tapi berikan jalan hidup. Tanamkan budaya produktif, agar umat mampu secara ekonomi,” katanya.

Silatnas PRIMA DMI ini, menjadi momentum penguatan peran remaja masjid sebagai agen perubahan, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Kegiatan tersebut, secara resmi menandai dimulainya program-program PRIMA DMI ke depan yang berorientasi pada pemberdayaan umat dan keberlanjutan lingkungan. (*/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini