Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK, Punya Harta Fantastis dan Jejak Karier Keuangan Strategis
Foto : Dok. OJK
JAKARTA, UPOS – Penunjukan Friderica Widyasari Dewi, sebagai pejabat pengganti ketua dan wakil ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), usai ambruknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyedot perhatian publik.
Bukan karena jabatannya yang super strategis, tapi juga karena isi kantongnya yang terbilang fantastis.
Lantas seperti apa profil Friderica Widyasari Dewi? Berikut ulasannya, dirangkum Ujungpandang Pos dari berbagai sumber.
Wanita yang akrab disapa Kiki Widyasari ini lahir di Cepu, Jawa Tengah, pada 28 November 1975.
Sebelum terjun meniti karier di industri jasa keuangan, Friderica Widyasari Dewi berperan sebagai aktris dan tampil di sejumlah judul sinetron, pada era 1990-an.

Foto : Dok. BNPT
Berbagai judul sinetron terkenal yang pernah dibintanginya, diantaranya Angling Dharma, Panji Manusia Millenium, Doaku Harapanku, Janjiku, Selendang Sutera Biru, dan Bulan Bukan Perawan.
Friderica Widyasari Dewi telah menikah dengan Eddy Hartono, purnawirawan jenderal polisi bintang tiga. Ia menikah dengan Eddy Hartono, dikaruniai dua anak.
Eddy Hartono saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diumumkan KPK, Friderica tercatat memiliki harta kekayaan Rp85,34 miliar. Angka itu kontras tajam dengan kekayaan sang suami, Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono, yang menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan harta Rp3,56 miliar.
Frederica terakhir kali menyampaikan LHKPN pada 31 Januari 2025. Sebagian besar kekayaan mantan artis Angling Dharma itu bertumpuk di aset tanah dan bangunan senilai Rp82,89 miliar, tersebar dari Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, Bogor, Yogyakarta, Badung (Bali), hingga Bekasi. Lokasinya bukan sembarangan, tapi kawasan-kawasan elite yang harganya terus melambung.
Alat dan transporasi mesin, Friderica mencatat kepemilikan Mercedes-Benz sedan senilai Rp700 juta, harta bergerak lain Rp2,35 miliar, serta kas dan setara kas lebih dari Rp1,19 miliar. Meski masih punya utang Rp1,8 miliar, total kekayaannya tetap cukup wah.
Bandingkan dengan sang suami. Eddy Hartono hanya melaporkan satu bidang tanah dan bangunan di Serang senilai Rp1 miliar, motor Vespa tua Rp15 juta, serta kas Rp2,43 miliar. Tak punya saham, tak punya surat berharga. Juga tak punya properti di kawasan elite. Harta Eddy tersebut, berdasarkan laporan terakhir tanggal 22 Maret 2025.
Friderica Widyasari Dewi meraih gelar Sarjana Ekonomi (S1) dari Universitas Gadjah Mada tahun 2001.
Ia melanjutkan studi S2 bidang keuangan (Master of Bussiness Administration ) di California State University, Fresno, Amerika Serikat pada 2004.
Friderica Widyasari Dewi, kemudian melanjutkan S3 dan meraih gelar doktor di UGM, dengan predikat cumlaude pada tahun 2019.
Berikut jejak karier Friderica Widyasari Dewi, di sektor keuangan :
* Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK (2022–2027)
* Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas (2020–2022)
*Direktur Utama KSEI (2019–2020)
*Direktur KSEI (2015–2019)
*Direktur Pengembangan BEI (2009–2015)
*Sekretaris Perusahaan BEI (2008–2009)
*Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan (2006–2008)
*Staf Khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia (2008).
Biodata dan Agama :
Nama Lengkap: Friderica Widyasari Dewi
Nama Sapaan: Kiki
Tempat Lahir: Cepu, Jawa Tengah
Tanggal Lahir: 28 November 1975
Usia: 50 Tahun
Agama: Islam
Suami: Komjen Pol. (Purn) Eddy Hartono–Kepala BNPT.
Jabatan: Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK
Akun Instagram: @fridericawidyasari.
Sebelumnya diketahui, sejumlah pejabat tinggi OJK mundur dari jabatannya, setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok dua hari berturut-turut. Mereka kompak mundur, pada Jumat (30/1/2026) lalu.
Mereka yang mundur, yakni Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar; Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi; dan Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK I. B Aditya Jayaantara. (*/)


Tinggalkan Balasan