Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

Ujungpandang Pos

Peka, Berani & Jujur

Soal Stunting dan Kemiskinan Ekstrem di Jeneponto, Ini Kata Wagub Fatmawati Rusdi

|

JENEPONTO, UPOS– Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi kembali menegaskan komitmennya dalam menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem di Sulsel. Hal itu ia sampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sabtu (23/08) kemarin.

Dalam kegiatan tersebut, Fatmawati menyerahkan bantuan kepada 100 warga miskin ekstrem. Ia hadir didampingi Bupati Jeneponto Paris Yasir, Ketua TP PKK Jeneponto, Salmawati Paris, Wakil Bupati Jeneponto Islam Iskandar, serta Wakil Ketua TP PKK Jeneponto, Yuristita Adhyaksa Islam.

Fatmawati, yang juga Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) dan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sulsel, menegaskan bahwa bantuan sosial hanyalah salah satu instrumen. Yang lebih penting, kata dia, adalah pendampingan berkelanjutan agar masyarakat mampu mandiri.

“Saya datang bukan hanya bawa bantuan, tetapi ingin melihat langsung apa yang bisa kita lakukan bersama. Bantuan itu penting, tapi lebih penting lagi bagaimana kita mendampingi masyarakat agar bisa keluar dari jerat kemiskinan, ”tegasnya.

Ia juga mendorong agar setiap program pemerintah diarahkan pada pengembangan keterampilan warga sesuai potensi lokal.

“Kita harus tahu skill apa yang bisa dikembangkan di Jeneponto. Jangan hanya berhenti pada bantuan uang, tapi harus ada arah jelas agar masyarakat bisa berdaya, ”tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar selaku Ketua Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TPKD) mengharapkan perhatian penuh dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Menurutnya, berdasarkan data BPS 2025, Jeneponto masih menempati peringkat kedua tertinggi persentase masyarakat miskin di Sulsel setelah Kabupaten Pangkep.

“Ini tentu menjadi tantangan berat bagi kami di daerah. Dukungan dari Pemprov Sulsel sangat penting agar upaya menekan kemiskinan ekstrem di Jeneponto bisa lebih maksimal, ”ujarnya.

Dalam sesi diskusi, sejumlah warga menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan gizi anak, pendidikan, hingga peluang usaha kecil. Fatmawati menanggapi dengan hangat dan berjanji Pemprov Sulsel akan terus bersinergi dengan Pemkab Jeneponto untuk memperkuat program pengentasan stunting dan kemiskinan ekstrem.

“Saya ingin mendengar kabar baik dari Jeneponto. Tidak ada lagi anak stunting, tidak ada anak putus sekolah, dan masyarakatnya bisa hidup mandiri, “tutup Fatmawati Rusdi.(Reksy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini