Masjid Jami’ Al-Ittihad Peringati Isra Mi’raj 1447 Hijriah, Prof. Kamaluddin : Mari Kita Jaga Salat
MAKASSAR, UPOS – Peringatan Isra Mi’raj, Nabi Muhammad SAW, mengambil tema “Dengan Isra Mi’raj 1447 Hijriah, Kita Aplikasikan Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya”, yang berlangsung di Masjid Jami’ Al-Ittihad, Jalan Toddopuli 7, Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Jumat (16/1/2026).
Dalam kegiatan ini, menghadirkan Ustadz Prof. Dr. H. Kamaluddin Abunawas, M.AG, sebagai penceramah, hadir pula Ketua Takmir Masjid Jami’ Al-Ittihad, H. Andi Muhammad Gunawan, Lurah Borong Dedy Kurniawan, S.IP, Babinsa Sertu Adi Bambang, Binmas Aipda Jufri, para pengurus Masjid Jami’ Al-Ittihad, Majelis Taklim Masjid Jami’ Al-Ittihad, dan Tokoh Masyarakat, serta tamu undangan.

Kegiatan keagamaan yang berlangsung usai Salat Isya ini, dengan suasana penuh khidmat dalam peringatan Isra Mi’raj, menjadi momentum mempererat silaturahmi.
Acara diawali dengan doa bersama dan lantunan ayat suci Al-quran, oleh Zulfi Zain juara 3 Qori Nasional.
Ketua Takmir Masjid Jami’ Al-Ittihad, H. Andi Muhammad Gunawan, yang diwakili oleh Ketua Panitia, menyampaikan sambutannya, bahwa agenda ini dilakukan sebagai bentuk penguatan, terkait dengan perintah salat yang diturunkan Allah, melalui Rasulullah Muhammad SAW.

“Kami selaku panitia sangat berterimakasih kepada semua pihak dan segenap panitia yang telah berusaha sebaik mungkin dan membantu dalam penyelenggaraan acara ini. Saya berharap, semoga pengetahuan agama, khususnya mengenai Isra Mi’raj ini, nantinya benar-benar dapat dihayati oleh hadirin, untuk selanjutnya dapat di amalkan sesuai dengan tuntunan yang telah diajarkan,” kata Andi Try Utomo, selaku Ketua Panitia.
Lurah Borong, Dedy Kurniawan, S.IP, disela-sela kegiatan, mengatakan bahwa Isra Mi’raj merupakan peristiwa luar biasa dalam sejarah Islam.
“Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan fisik Rasulullah SAW, tetapi perjalanan spiritual yang mengajarkan umat Islam tentang keimanan, ketaatan, dan kedisiplinan dalam menjalankan salat. Kami harap, warga masyarakat Kelurahan Borong, dapat terjalin kebersamaan dalam jalinan ukhuwah islamiyah. Menjadi pribadi yang lebih baik, disiplin, dan bertakwa dalam kehidupan sehari-hari,” terang Dedy Kurniawan.
Lantunan sholawat Nabi oleh Majelis Taklim Masjid Jami’ Al-Ittihad, bergema seisi ruangan, menyatu dalam peringatan Isra Mi’raj. Jamaah masjid pun mendengarkan ceramah dengan khidmat, khusyuk, dan antusias, yang menunjukkan semangat dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
Prof. Dr. H. Kamaluddin, dalam ceramah memaparkan, masjid di jaman Rasulullah itu waktu salat, penuh dengan jamaah. Begitu juga dalam setiap lima waktu.
“Rugi itu seorang manusia jika tidak salat di mesjid, apalagi tidak melaksanakannya. Mari kita jaga salat kita. Masyarakat kita hari ini jika pemimpinnya perintahkan ke timur, maka masyarakat ke barat. Maka dari itu, kepercayaan kepada pemimpin saat ini seperti semakin berkurang kepercayaan,” ungkapnya, yang juga sebagai Wakil Rektor, Bidang Akademik UIN Alauddin Makassar.
Ia juga menekankan, pentingnya nilai-nilai Isra Mi’raj sebagai momentum spiritual yang sarat dengan nilai keteladanan, integritas, dan keteguhan moral Nabi Muhammad SAW, dalam menjalankan amanah Ilahi. Istiqamah (keteguhan) dalam menjalani kehidupan, serta menjaga hubungan baik dengan Allah, melalui ibadah.
Dijelaskan Prof. Dr. H. Kamaluddin, bahwa salat sunnah muakkad 12 rakaat rawatib adalah amalan yang sangat dianjurkan (sebelum/sesudah shalat fardhu) dan dijamin mendapatkan rumah di surga. “Jika akan melaksanakan salat wajib yaitu salat dhuhur, dengan empat rakaat sebelum dan empat rakaat sudahnya, maka akan ditempatkan di surga,” bebernya, dihadapan ratusan jamaah.
“Jika ingin berbuat kebaikan, maka akan mendapatkan satu pahala. Namun, jika berbuat keburukan, maka keburukan itu akan kembali kepada pelakunya sendiri, baik di dunia maupun di akhirat. Jaman sekarang itu, manusia banyak sekali yang seperti munafik, contohnya yaitu terkadang jika disuruh untuk salat, biasanya mereka mengulur waktu dengan banyak alasan. Jika orang tepat waktu salatnya, sesuai perintah Allah, maka mereka tentunya cinta dengan Nabi,” pungkasnya, yang juga sebagai Ketua Bidang Pendidikan dan Pengkaderan MUI Sulsel. (*Rara/Arman)


Tinggalkan Balasan