Dasar-Dasar Keislaman, Ustadz Rachmat Badani Ungkap Bertaubat Jika Mendapat Bulan Kemuliaan
MAKASSAR, UPOS – Kajian spesial bersama narasumber, Al-Ustadz H. Rachmat Badani, Lc., M.A, dengan tema “Dasar-Dasar Keislaman”, bertempat di Masjid Jami’ Al-Ittihad, Jalan Toddopuli VII No. 17 Makassar, Rabu malam, 27 Rajab 1447 H / 14 Januari 2026 M.
Hadir dalam perhelatan Kajian Rutin Rabu malam 2 pekanan ini, para pengurus Masjid Jami’ Al-Ittihad dan puluhan jamaah dengan khidmat mendengarkan kajian buku Dasar-Dasar Keislaman tersebut.
Di hadapan para jamaah Masjid Jami’ Al-Ittihad, Ustadz Rachmat Badani mengatakan, bahwa Bulan-bulan yang Allah berikan sepanjang tahun, itu akan mendapatkan suatu kemuliaan. Bahwa Rajab itu adalah bulan ke tujuh, dan bulan Rajab, adalah salah satu bulan kemuliaan.

“Kebahagiaan di dunia dan di akhirat adalah dengan istikamah bersama Alquran. Istikamah bersama Alquran dalam makna luas, bukan sekadar menghafal dan muroja’ah, akan tetapi juga men-tadabbur-i, mengamalkan dan mendakwahkannya,” tutur Alumni S1 Fakultas Hadits di Universitas Islam Medinah Munawwarah ini.
Keutamaan ilmu dan waktu yang Allah berikan adalah keduanya merupakan nikmat tak ternilai; ilmu mengangkat derajat, memudahkan jalan ke surga, menjadi amal jariyah, dan menerangi kehidupan dunia-akhirat, sedangkan waktu adalah anugerah untuk beribadah dan menuntut ilmu, di mana pemanfaatannya akan mendatangkan pahala abadi dan menjamin kesuksesan di akhirat.
“Ada sebuah kisah tentang istri Nabi, Juwairiyah binti al-Harits, yang berzikir selama berjam-jam setelah salat Subuh. Nabi Muhammad SAW, mengajarkan kepadanya sebuah zikir singkat yang, jika diucapkan, memiliki pahala yang setara, bahkan melebihi zikirnya yang panjang. Zikir tersebut adalah “Subhaanallahi wa bihamdihi ‘adada kholqihi, wa ridhoo nafsihi, wa zinata ‘arsyihi, wa midaada kalimaatihi”, yang artinya adalah “Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya sebanyak jumlah makhluk-Nya, sesuai dengan keridhaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya, dan sebanyak tinta kalimat-kalimat-Nya.” ucap Ustadz Rachmat Badani, dalam ceramahnya dihadapan jamaah.
Nabi Muhammad SAW, menjelaskan bahwa empat kalimat tersebut, bila diulang tiga kali, dapat mengungguli zikir yang diucapkan Juwairiyah sepanjang pagi hingga waktu Duha.
“Adapun sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, salat 100.000 kali di Masjid Jami’ Al-Ittihad adalah sama dengan salat satu kali di Masjidil Haram (Mekah), akan mendapatkan pahala dan kemuliaan yang lebih besar,” terang Ustadz Rachmat Badani, yang juga menyelesaikan Program Magister di Bidang Hadits dengan Predikat Mumtaz Syaraful-‘Ula (Cumlaude).
Ketika seorang ummat manusia berbuat kesalahan, kata Ustadz Rachmat Badani, yakni maksiat atau dosa, maka bertobat dengan segera, ketika mendapatkan kesempatan di saat bulan-bulan suci, termasuk bulan ramadan.
Dengan kegiatan kajian ini, para jamaah dapat lebih mempertebal keimanan dengan Al-Qur’an, sebagai petunjuk kehidupan dan agama adalah nasihat. (Arman)


Tinggalkan Balasan