Oknum TNI Ini Jadi Bos ‘Mafia’ Solar Terbesar di Jeneponto
Ilustrasi…
JENEPONTO, UPOS– Seorang oknum anggota TNI berinisial HM yang berdinas di satuan militer yang ada di Kabupaten Gowa diduga menjadi bos mafia penimbun dan penyelundup bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi terbesar di Kabupaten Jeneponto.
Dari penulusan redaksi Ujungpandang Pos, diketahui oknum HM diduga sudah sejak lama menjalankan bisnis gelapnya, bahkan skala bisnisnya mendominasi pasar gelap di Kabupaten Jeneponto dalam kurung beberapa tahun terakhir ini.
Guna mendapatkan keuntungan besar, oknum HM diduga menguras solar subsidi di sejumlah Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Kabupaten Jeneponto dalam jumlah besar, terus dijual kembali atau dikirim ke luar daerah guna keperluan industri dan pertambangan.
“Siapa yang tidak kenal beliau (Oknum HM), apalagi yang biasa bersentuhan dengan solar, bahkan aparat kepolisian tahu itu, beliau kan sudah lama atau pemain lama, “ujar sumber.
Oknum HM diduga memiliki banyak kaki tangan atau anggota (masyarakat sipil) yang bertugas untuk mengambil solar dari SPBU untuk selanjutnya ditimbun di beberapa tempat, sebelum disalurkan ke pihak tertentu.
Untuk Kecamatan Tarowang, oknum HM diketahui memiliki kurang lebih 4 orang kaki tangan, yakni pria berinisial RL, LL, PR dan DN (mantan kepala dusun).
Guna membuktikan adanya aktivitas penimbunaan Solar subsidi yang dilakukan para kaki tangan oknum HM, redaksi Ujungpandang Pos pada Sabtu (14/3/2026) malam, mengunjungi rumah RL yang berada di Dusun Bungung Camba, Desa Tarowang, Kec. Taowang. Di rumah RL, ditemukan solar sebanyak 14 jerigen besar warna biru yang diletakkan di halaman rumah, yang diduga habis diambil dari SPBU Tarowang.

Setelah dari rumah RL, redaksi Ujungpandang Pos mendatangi rumah mantan kepala dusun DN, yang juga berada di Dusun Bungung Camba. Di depan rumah DN, ditemukan bagunan semi permanen yang diduga dijadikan gudang penyimpanan solar, dalam gudang tersebut terdapat kurang lebih 60 biji jeringen yang digunakan sebagai wadah penampungan solar.


Tak hanya menemukan banyak jerigen di rumah DN, redaksi Ujungpandang Pos juga berhasil bertemu langsung DN. Dalam pertemuan tersebut, DN mengakui kalau dirinya adalah kaki tangan oknum HM yang bertugas mengambil solar di SPBU Tarowang.
“Iye solar, tapi ini malam tidak ambilka, anunya pak HM, saya anggota ji, saya ojek ji, tak lima ribu ji saya dapat, “ujar DN.
Selain itu DN mengungkapkan kalau pengambilan solar di SPBU Tarowang yang dilakukannya adalah perintah dari oknum HM dan diketahui oleh pihak SPBU Tarowang, yang dimana saat mengambil solar DN tidak langsung membayar, namun pembayarannya di lakukan oleh pihak oknum HM ke pihak SPBU Tarowang.
“Bukan saya yang bayar ki pak, yang bayar solar itu bendaranya pak HM, Buang namanya di Gowa tinggal, dia yang bayar ke pak Wahab (pihak SPBU Tarowang), “jelas DN.
Oknum TNI HM yang dikonfirmasi via Watshapp, Sabtu (14/3/2026) malam, tak menampik kalau RL dan DN adalah anggotanya dan solar tersebut adalah barangnya.
“Iye monitor daengku, ada apa ini lah daengku tiba- tiba ki chat saya hal begitu yee, saya kira kita tau semuaji di Jeneponto, “ujar oknum HM.
Peran oknum HM dalam bisnis solar ilegal di Kabupaten Jeneponto kini menambah panjang daftar oknum aparat keamanan yang terlibat dalam kasus dugaan penimbunan dan penyelundupan BBM bersubsidi, yang tentunya merugikan masyarakat dan negara.(Zadly Kr Rewa)


Tinggalkan Balasan