Selain Kapitasi- BOK, Pertanggungjawaban Lokmin Puskesmas Togo Togo Diduga ‘Direkayasa’
JENEPONTO, UPOS– Informasi dugaan praktik korupsi pada Puskesmas Togo- Togo, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto terus berkembang.
Tak hanya dana Kapitasi dan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang diterima pegawai yang diduga mengalami pemotongan, namun anggaran kegiatan lainnya juga diduga bermasalah, termasuk anggaran makan minum Lokakarya Mini atau Lokmin.
“Kalau dulu kegiatan Lokmin itu rutin digelar setiap bulan, sekarang kegiatan Lokmin tidak lagi digelar, padahal di anggarkan di BOK, termasuk makanan Lokmin yang biasanya diberikan ke pegawai, itu tidak lagi diberikan ke pegawai, sementara kalau membuat laporan pertanggujawaban makan minum Lokmin, itu dos makanan yang tidak ada isinya yang difoto, seolah- olah ada makan minum, “ujar Sumber di Puskesmas.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Togo- Togo, Hartati Bahar yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (12/1/2026) kemarin, membatah kalau kegiatan Lokmin disebutkan tidak diselenggarakan oleh pihaknya. Hartati menyebutkan kegiatan Lokmin rutin digelar oleh pihaknya, dan makan minum pada Lokmin juga diadakan.
“Iya (setiap bulan digelar), di Puskesmas, ada anggarannya karena digelar di Puskesmas, anggaran makan minum juga ada. Untuk anggaran makan minum Lokmin, disini kami ada 93 orang, tapi yang dibayarkan 80 orang saja, karena itu ji yang cukup anggaran, “kata Hartati Bahar yang nampak tidak dapat menjelaskan secara rinci penggaran dan pelaksanaan Lokmin.
Sebelumnya, dikabarkan kalau dana Kapitasi yang dibayarkan ke pegawai Puskesmas Togo- Togo diduga disunat sebesar 30- 45 persen, sementara dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) juga diduga dipotong sebesar 25 persen dari jumlah total yang diterima setiap pegawai.(Zadly Kr Rewa)


Tinggalkan Balasan