Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

Ujungpandang Pos

Peka, Berani & Jujur

Komisi I DPRD Jeneponto Desak Portal PPPK Paruh Waktu Dibuka Kembali

|

Ketua Komisi I DPRD Jeneponto, Alex Nursaina

JENEPONTO, UPOS– Polemik terkait Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kabupaten Jeneponto kembali mencuat. Ketua Komisi I DPRD Jeneponto, Alex Nursaina menegaskan bahwa pihaknya telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama BKPSDM, OPD terkait, dan sejumlah honorer bersyarat yang belum terakomodir.

Dalam forum tersebut, Komisi I DPRD dan BKPSDM sepakat untuk melakukan pendataan ulang honorer bersyarat serta mendorong pembukaan kembali portal pengusulan PPPK paruh waktu melalui Kemenpan RB dan BKN.

“Portal kemarin sudah tertutup, padahal masih ada pegawai honorer yang belum terakomodir. Kami minta BKPSDM segera bersurat ke pusat agar portal itu dibuka kembali. Hak honorer bersyarat harus dijaga, ”ujar Alex Nursaina, Senin (22/9/2025) siang.

Alex juga mencontohkan sejumlah kasus, bahwa banyak honorer yang secara bersyarat seharusnya terakomodir sesuai regulasi terbaru, yakni Peraturan Menpan RB Nomor 16 Tahun 2025, namun justru tidak masuk dalam usulan.

Komisi I DPRD Jeneponto juga menyoroti isu publik yang menyebut adanya honorer baru bekerja satu tahun langsung lolos PPPK paruh waktu.

“Kalau memang ada, tunjukkan datanya. Di instansi mana, siapa namanya. Kami siap menelusuri itu. Jangan sampai isu-isu semacam ini merusak kepercayaan masyarakat pada sistem, ”tegasnya.

Selain itu, kondisi fiskal daerah turut menjadi perhatian. Saat ini, belanja pegawai Jeneponto mencapai 36% dari APBD, melebihi batas 30% yang dianjurkan pemerintah pusat. Menurut Alex, regulasi terbaru membuka peluang agar penggajian PPPK paruh waktu dapat dilakukan di luar belanja pegawai, sehingga menjadi angin segar bagi daerah.

“Kami dari Komisi I akan kawal langsung ke Kemenpan RB dan BKN. Selama honorer bersyarat, maka tidak ada alasan untuk tidak diusulkan, ”tutup Alex.(Resky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini