Mustari Baso ‘Bukan’ Eks Kopassus, Ini Kesatuannya
Mantan anggota Kopassus, Mayor Inf. (Purn) Abd. Hamid S meluruskan informasi soal Mustari Baso yang disebut eks Kopassus.
JENEPONTO, UPOS– Terkait viralnya pemberitaan tentang purnawirawan TNI Mustari Baso yang hidup terlunta- lunta, serta disebut sebagai mantan anggota Komando Pasukan Khusus atau Kopassus, membuat mantan anggota Kopassus lainnya angkat bicara.
Salah satu mantan anggota Kopassus, Mayor Inf. (Purn), Abd. Hamid S yang juga berdomisili sama dengan Mustari Baso, yakni di Desa Kaluku, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan, menjelaskan kalau Mustari Baso bukan mantan anggota Kopassus, namun melainkan dari kesatuan lain, bahkan bukan berpangkat Sersan Mayor, namun berpangkat terakhir Sersan Satu atau Sertu.
“Bukan, bukan anggota Kopassus, dia (Mustari Baso) kesatuan awalnya Staff Umum Angkatan Darat (SUAD), Departemen Angkatan Darat, di Mabes Jakarta. Pangkat terakhirnya Sertu, dan kalau tidak salah pensiun di Kodim Bulukumba, “ujar Mayor Inf. (Purn), Abd. Hamid S kepada Upos, Rabu (6/8/2025) siang.
Namun walaupun bukan mantan anggota Kopassus, Mustari Baso tetap perlu mendapatkan perhatian dengan kondisinya saat ini yang tidak mendapatkan perhatian, serta perawatan dari istri dan anaknya, bahkan tinggal di tempat yang memprihatinkan.
“Ya, walaupun demikian, kita berharap bapak purnawirawan Mustari Baso tetap harus mendapatkan perhatian dan bantuan, kasian beliau, “tambah Abd. Hamid S.

Sementara itu, kabar yang menyebutkan bahwa Mustari Baso pernah terlibat dalam operasi pemberantasan Partai Komunis Indonesia atau PKI, belum dapat dipastikan, sebab diketahui Mustari Baso lahir pada tahun 1943, sementara peristiwa G30S PKI terjadi pada tahun 1965, yang dimana usia Mustari Baso kala itu baru berumur sekitar 22 tahun.(Zadly Kr Rewa)


Tinggalkan Balasan