Anak Mustari Baso Bantah Tudingan Terlantarkan Ayahnya, Ini Fakta Sebenarnya
Sertu Purn. Mustari Baso.(Foto : Int.)
JENEPONTO, UPOS– Pasca viralnya berita purnawirawan TNI Mustari Baso yang disebutkan diterlantarkan anak dan istrinya, sejumlah fakta mulai terkuak.
Anak kandung Mustari Baso dari istri keduanya, yakni Hardiyanti (34) yang merupakan warga Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan, membatah kalau diri beserta ibunya menelantarkan ayah kandungnya tersebut.
Menurut Hardiyanti ayah kandungnya tersebut yang meninggalkan dirinya atau pergi dengan sendirinya dari Kabupaten Bulukumba ke Kabupaten Bantaeng, serta membantah kalau dirinya mengambil pinjaman bank sebesar Rp100 Juta dari gaji pensiun ayahnya, namun melainkan ayahnya sendiri yang mengambil pinjaman bank untuk membiayai seorang perempuan berstatus janda di Kabupaten Bantaeng.
“Kalau ibu saya sudah cerai dengan bapak dan kini ibu saya berada di Malaysia, Tetta (Mustari Baso) yang pergi meninggalkan saya, dan bukan kami yang ambil uang di bank menggunakan gaji pensiun, tapi Tetta sendiri yang ambil uang untuk belikan rumah dan emas seorang perempuan berstatus janda di Bantaeng. Tapi itu perempuan janda sudah meninggal dunia, “jelas Hardiyanti kepada Upos, Rabu (6/8/2025) malam.
Lebih jauh, Hardiyanti mengungkapkan bahwa dirinya telah berusaha mencari ayah kandungnya, namun terkendala informasi keberadaan sang ayah.
“Sudah lama kita cari, Tetta keluarga di Jeneponto tidak bisa dihubungi lagi, jadi bagaimana mau ditahu kabarnya Tetta dengan keberadaannya di Jeneponto, Alhamdulillah sudah dipertemukan walaupun hanya melalui pemberitaan, “tambahnya.
Setelah mengetahui keberadaan dan kondisi ayahnya, Hardiyanti berencana menjemput ayahnya untuk dirawatnya.
“Saya ingin mengambil dan kembali merawatnya seperti dulu, InsAllah secepatnya, “kata Hardiyanti.
Sementara itu, purnawirawan TNI Mustari Baso juga ternyata bukan merupakan mantan anggota Komando Pasukan Khusus atau Kopassus, hal itu diketahui berdasarkan keterangan Salah satu mantan anggota Kopassus, Mayor Inf. (Purn), Abd. Hamid S yang juga berdomisili sama dengan Mustari Baso, yakni di Desa Kaluku, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan.
Menurut Abd. Hamid S, Mustari Baso bukan mantan anggota Kopassus, namun melainkan dari kesatuan lain, bahkan bukan berpangkat Sersan Mayor, namun berpangkat terakhir Sersan Satu atau Sertu.
“Bukan, bukan anggota Kopassus, dia (Mustari Baso) kesatuan awalnya Staff Umum Angkatan Darat (SUAD), Departemen Angkatan Darat, di Mabes Jakarta. Pangkat terakhirnya Sertu, dan kalau tidak salah pensiun di Kodim Bulukumba, “tutup Abd. Hamid S, Rabu (6/8/2025) siang.(Zadly Kr Rewa)


Tinggalkan Balasan